Infografis Demografi Desa Brodot

Menurut cerita nenek moyang tersebutlah Desa Brodot karena diawali oleh sebuah cerita sejarah, dimana berawal dari seorang ulama yang bernama Kyai Abdul Adzim atau disebut juga Ki Ageng Korek atau juga Ki Ageng Core’ karena berasal dari desa Korekan, Kerajaaan Kediri. Dimana pada saat itu Ki Ageng Core’ adalah salah satu ulama yang menjadi orang kepercayaan dari Raja Kerajaan Kediri, tetapi di sini tidak diketahui pasti pada tahun berapa dan juga pada masa pemerintahan Raja Kerajaan Kediri yang ke berapa Ki Ageng Core’ hidup, sebab saksi sejarah yang pertama sudah tidak ada lagi dan yang ada tinggal penggalan – penggalan cerita sejarah Desa Brodot.

Dikarenakan kepercayaan sang raja yang begitu besar kepada Ki Ageng Core’ , timbullah rasa iri di hati seorang Adipati terhadap Ki Ageng Core’. Sehingga pada suatu hari sang Adipati pun memfitnah Ki Ageng Core’ dengan dalih jika Ki Ageng Core’ akan bermaksud meracuni sang raja , dan sang rajapun percaya pada hasutan sang Adipati. Akhirnya Ki Ageng Corek dijatuhi hukuman dengan dihanyutkan ke Sungai Brantas dengan dimasukkan ke dalam Gronjong (kotak terali dari kawat/besi) dalam keadaan terikat .

Selama dihanyutkan di Sungai Brantas, Gronjong dari Ki Ageng Core’ sempat Minggir (menepi) sehingga daerah itu kini disebut sebagai Minggiran. Tak berapa lama kemudian Gronjong dari Ki Ageng Core’ hanyut lagi ke tengah Sungai Brantas. Terbawa arus sungai Brantas akhirya Gronjong dari Ki ageng Core’ sampailah di Sebuah sungapan (muara) pertemuan dari Sungai Konto dan Sungai Brantas, dan Gronjong tersebut akhirnya Brodoli (terurai dari ikatannya), dan semenjak saat itu desa ini disebut BRODOT yang berasal dari kata BRODOL

Berita tentang Ki Ageng Core’ yang selamat selama dihanyutkan di sungai Brantas akhirnya sampai juga ke telinga sang Adipati. Akhirnya sang Adipati pun mengerahkan anak buahnya untuk mengejar dan mencari Ki Ageng Core’. Dan Ki Ageng Core’ pun ndelik (sembunyi) dan kini daerah itu disebut sebagai dusun Delik. Desa Brodot terbagi atas 3 dusun yaitu dusun Delik, dusun Brodot dan dusun Klaci. Dan di desa Brodot ini Ki Ageng Core’ membangun sebuah masjid yang oleh orang – orang di sebut masjid Tiban, yang telah direhab dan juga dibangun sebuah Pondok Pesantren yang akhirnya orang – orang kini menyebutnya Masjid Depok. Dan jalan utama yang merupakan akses utama dari Makam Ki Ageng Core’ ke Balai Desa Brodot dinamakan Jalan Kyai Ageng Core’an .

Sedangkan asal usul dusun Klaci desa Brodot sendiri adalah bermula dari seorang punggawa ( pejabat kerajaan ) dari Sleman Yogyakarta yang kala itu pada masa penjajahan Belanda pergi ke Jombang (Jawa Timur) untuk meminta bala bantuan dari para Kyai di Jombang hingga sampailah di sebuah wilayah yang kini disebut dengan dusun Klaci dikarenakan punggawa tersebut berasal dari dusun / desa Klacen di Sleman Yogyakarta. Orang -orang dusun Klaci mengenal orang tersebut dengan sebutan mbah ASTRO dan makam beliaupun ada di dusun Klaci, sedangkan versi lain tentang dusun Klaci adalah bahwa dulu di dusun Klaci banyak terdapat Klaci (Kalenan Cilik) sehingga sampai sekarang dikenal dengan sebutan dusun Klaci.

 

Demikian asal usul Desa Brodot beserta dusun dusun yang ada di desa Brodot.